Laman

Kamis, 29 Mei 2014

Kuliner Waroeng Sawah

Hari ini adalah hari terakhir kami di Salatiga. Untuk itu, Bapak mengajak kami untuk menapaktilasi kehidupan keluarga kami di Salatiga dari waktu ke waktu.

Pertama, kami diajak mengunjungi rumah yang pertama kali dimiliki Bapak dan Ibu sebagai hasil kerja beliau berdua. Saat ini, rumah tersebut ditempati oleh sebuah keluarga yang diberi amanat oleh Bapak untuk meng-counter usaha Kristenisasi yang gencar di daerah itu. Pokoknya jangan sampai umat Islam terbuai oleh janji-janji dunia yang manis dengan syarat meninggalkan keislaman. Perkuat basis keislaman warga.

Kedua, Bapak mengajak kami ke taman kanak-kanak tempat beliau menyekolahkan anak-anaknya. Sambil beliau menerangkan beberapa hal terkait sejarah dan keadaan di sekitar TK, saya bernostalgia akan kenangan masa kanak-kanak.


Ketiga, kami mengunjungi rumah yang dimanfaatkan sebagai asrama murid-murid SMA IT di Salatiga. Sambil menerangkan hal-hal penting, kami memetik pepaya yg sudah matang di pohon di halaman rumah tadi.


Tuntaslah napak tilas kami dan tiba saatnya wisata kuliner. Kami mengunjungi rumah makan Waroeng Sawah yang terletak di tepi Jalan Lingkar Salatiga (JLS). Bagi suami saya, rumah makan ini adalah rumah makan penuh kenangan. Ceritanya, ketika pertama kali datang ke Salatiga, ia datang seorang diri untuk berkenalan dengan orang tua saya. Oleh orang tua saya, dia diajak ke rumah makan ini.

Untuk standar kota Salatiga, harga menu-menu di sini termasuk mahal. Tapi bagi orang Jakarta, harganya standarlah.. Dapat bonus pemandangan sawah yang luas serta view gunung-gunung yang mengelilingi kota Salatiga. Banyak gunung yang bisa dilihat daru sini seperti Gunung Merbabu, Telomoyo, Gajah Mungkur, dan lain-lain yang sambung menyambung mengelilingi Salatiga. Lihat saja video pemandangan yang bisa dilihat di Waroeng Sawah.



Itu baru satu sisi, belum lagi di sisi yang lainnya.


Di sini, kami pesan soto, ayam bakar, jus alpukat, dan jus sirsak. Jusnya kental dan nikmat. 



Sotonya, khas soto bening yang saya kenal di Salatiga. Tentu saja soto dan nasinya sudah langsung dicampur oleh penjual.

Ayam bakarnya juga OK. Kekurangan dari semuanya itu cuma masalah porsi yang kurang memuaskan bagi orang-orang yang suka makan seperti saya. 



Harga menu-menu di Waroeng Sawah berkisar dari Rp2.500,- sampai Rp85.000,-. Yang mahal di atas Rp50.000,- paling cuma menu-menu ikan saja. Selain itu, ya di bawah Rp50.000,-. Ayam bakar yang kami pesan tadi, harganya Rp12.500,-. Soto dan jus tentu saja di bawah itu.

Nah, puas makan.. Saatnya membayar. Sambil membayar, kami melewati sebuah etalase yang memajang souvenir-souvenir. Ternyata, di sini memang menjual souvenir yang bisa dibeli untuk oleh-oleh. Tapi karena saya bukan pecinta souvenir seperti itu, maka saya tidak beli. Saya ambil fotonya saja.



OK. Akhirnya, dengan berakhirnya kuliner kami di Waroeng Sawah, berakhirlah pula liburan kami di Salatiga. Malam ini juga, kami akan bertolak ke Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div