Laman

Senin, 26 Mei 2014

Bravo, PT. KAI !


Pulang kampung kali ini benar-benar mengesankan karena banyak jalan-jalan dan kuliner bersama keluarga. Jalan-jalan ke tempat wisata dan juga menjajal jalan-jalan baru yang dulu belum ada saat saya masih tinggal di Salatiga. Baiklah, saya akan ceritakan kisah per harinya di artikel-artikel yang berbeda karena setiap hari memiliki tema dan kesan yang berbeda. OK, langsung saja kita mulai artikel pertama kita: perjalanan keberangkatan.

Kereta Api Jarak Jauh Kelas Ekonomi (Foto dari nugart.blogspot.com)

Berangkat dari rumah di Depok pukul 4 dini hari, kami naik taksi ke Stasiun Pasar Senen. Kami akan naik kereta api Tawang Jaya jurusan Stasiun Poncol Semarang. Kali ini kami percaya diri naik kereta ekonomi untuk perjalanan jarak jauh karena PT. KAI sekarang memang berusaha sebaik mungkin meningkatkan kualitas fasilitas dan pelayanan. Seluruh penumpang KA jarak jauh dijamin memperoleh tempat duduk, tidak ada pedagang di dalam kereta (apalalagi pengamen), dan setiap gerbong diberi fasilitas AC yang dingin. Selain itu, menurut testimoni dari berbagai sumber, waktu keberangkatan dan kedatangan kereta api sekarang tepat waktu. Jadi, bulatlah keputusan kami untuk menggunakan kereta api kelas ekonomi dengan tarif Rp45.000,- per orang (dewasa). Untuk anak di bawah 3 tahun, tidak dikenakan biaya alias gratis. Tapi jika ia mengambil tempat duduk sendiri, maka dikenakan tarif anak-anak sebesar 30% dari tarif orang dewasa.

Setibanya di stasiun Pasar Senen, tampak antrean masuk stasiun mengular. Maklumlah, banyak orang cuti kerja pekan itu karena banyak hari terjepit. Ternyata, tidak seluruh calon penumpang boleh langsung mengantre. Calon penumpang hanya boleh mulai mengantre paling cepat 1 jam sebelum waktu keberangkatan. Jadi jika kereta Anda akan berangkat pukul 7, Anda tidak diperbolehkan langsung masuk meski sudah datang sejak jam 3. Anda boleh mulai masuk paling cepat jam 6. Kalau dipikir-pikir, kebijakan ini memang bagus sih agar ruang tunggu di dalam stasiun tidak berjubel sehingga setiap calon penumpang yang sudah masuk stasiun akan dapat menunggu dengan lebih tenang, lebih aman, dan lebih bisa duduk. Ke depannya, jika memungkinkan untuk memperluas area stasiun, bisa jadi sistem tunggunya dibuat seperti bandara dengan terminal-terminal khusus. Untuk area stasiun yang masih seperti sekarang, saya pikir kebijakan ini PT. KAI memang sudah tepat.

Maintenance kereta api pun sekarang juga semakin baik. Jika Anda perhatikan stasiun-stasiun yang telah direnovasi ulang, akan tampak pipa-pipa tersumbat yang dipasang di setiap jarak sekian meter. Pipa-pipa tersebut sejatinya adalah pipa air. Ketika sumbatannya dibuka, mengalirlah air dari ujung pipa-pipa tersebut. Dari ujung pipa yang terbuka, biasanya kemudian dipasang selang untuk mencuci kereta api. Ya, benar.. kereta api sekarang bersih-bersih lho karena rajin dicuci.


Pelayanan PT. KAI terhadap penumpang rombongan juga patut diacungi jempol (dengan perjanjian). Ceritanya, ada rombongan pelajar dari SMA Candle Tree BSD yang memanfaatkan kereta yang sama dengan yang kami tumpangi. Untuk memastikan agar rombongan tidak terpisah, ketika rombongan tiba maka satu jalur antrean masuk disterilkan oleh petugas agar dapat digunakan khusus untuk rombongan saja. Calon penumpang di luar rombongan dipersilahkan untuk mengantre di jalur yang lain (tanpa harus mengantre ulang dari belakang). Ketika seluruh anggota rombongan telah masuk stasiun, jalur segera dapat digunakan oleh penumpang lain.


Yah, kami terkesan atas usaha PT. KAI untuk meningkatkan kualitasnya. Over all, kami merasa puas. Untuk perjalanan kali ini, surprise bagi kami karena rombongan anak SMA tadi menggunakan gerbong yang sama dengan kami. Perjalananpun semakin ceria, bagai jadi anak sekolahan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div