Laman

Minggu, 20 April 2014

Melancong Irit ke Belitung

Sebenarnya perjalanan ini dilakukan bulan April tahun lalu, tapi saya baru sempat menceritakan sekarang. Semoga kondisinya belum jauh beebesa, terutama untuk masalah cost. Ceritanya, suami dapat voucher perjalanan sebagai apresiasi perusahaan atas kinerja suami. Kebetulan saya dan suami ingin melancong ke Pulau Belitung. Selain untuk mengunjungi berbagai spot di Belitung, kami juga ingin bertatap muka dengan seorang sahabat yang tinggal di sana.

Sebagai usaha persiapan, saya mendapat tugas untuk mengumpulkan berbagai informasi yang akan berguna untuk misi pelancongan tersebut. Informasi yang saya perlukan antara lain harga tiket pesawat, penginapan, transportasi dari bandara ke penginapan, transportasi yang akan kami gunakan untuk melancong, serta tak lupa tempat-tempat makan dan tentunya harga makanan di sana. FYI, kami sama sekali tidak tertarik untuk menggunakan jasa tour. Selain karena mahal, menggunakan jasa tour berarti kami tidak bisa terlalu bebas menentukan ke mana kami akan pergi. Kami ingin melancong sendiri, memuaskan hasrat petualang kami. Oleh karena itu, tak lupa saya cari peta pulau Belitung terbaik yang bisa kami peroleh (kalau memungkinkan saat itu, mending pinjam atlas punya anak sekolahan saja :d). Dengan persiapan yang matang, kami akan dapat memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan untuk misi ini.

1. Tiket pesawat
Saat itu, penerbangan ke Belitung dimonipoli oleh Sriwijaya Air sehingga kami pikir tiket cukup mahal yaitu 2,3 juta rupiah untuk perjalanan pulang-pergi (2 orang dewasa, 1 infant). Jadi, per orang jatuhnya sekitar 500-600 ribuan ya. Kami berangkat hari Kamis dan pulang hari Minggu. Kalau saya cek tiket pesawat sekarang, ternyata harganya juga masih segitu. Malah banyak yang lebih mahal lagi. Alhamdulillah ya berarti saat itu harga tiket termasuk murah, masih dapat diskon karena pakai voucher pula.


2. Penginapan
Saya menemukan blog pariwisata Belitung yang mencantumkan daftar hotel dan penginapan di sana, meliputi alamat dan nomor telepon. Saya pun menelepon setiap hotel tadi untuk menanyakan tarif, fasilitas, ketersediaan kamar pada tanggal kedatangan kami, serta fasilitas umum dan lingkungan sekitar hotel. Tarif per malam untuk hotel-hotel di Belitung sangatlah terjangkau, dari Rp85.000,- hingga Rp250.000,-. Kami pun menjatuhkan pilihan ke penginapann Citra dengan tarif Rp.85.000,- per malam (single bed) atau Rp160.000 per malam (2 single bed dalam 1 kamar). Fasilitas di penginapan ini memang tidak lux tapi nyaman and just like home. Selain itu, lokasi hotel yang benar-benar di pusat kota memudahkan kami untuk membeli berbagai keperluan, ATM, dan tentunya wisata kuliner. Selain itu, Hotel Citra sendiri memiliki layanan sewa mobil/motor dengan harga terjangkau sehingga kami tidak perlu repot mencari tempat sewa lagi.


3. Transportasi dari bandara ke penginapan
Dari bandara ke penginapan kami naik taksi dengan tarif awal Rp50.000,- per orang (bisa ditawar sedikit). Jarak antara bandara dengan pusat kota memang lumayan juga, jadi tarif tersebut ya cukup worthed kalau dilihat dari jarak dan ketidaktersediaan alat transportasi umum yang lain. Kemudian, jangan dibayangkan taksi di sana seperti taksi di Jakarta yang menggunakan mobil sedan bertulisan "TAXI" dan memakai argo. Taksi di sini menggunakan mobil besar semacam kijang atau panther dan tarifnya diberlakukan per orang. Jangan lupa menanyakan nomor contact pak sopir agar bisa diorder untuk mengantar Anda ke bandara saat akan pulang nanti.


4. Transportasi untuk melancong
Menyewa motor atau mobil sangat menyenangkan untuk misi petualangan kali ini. Sewa motor di Hotel Citra adalah Rp60.000,- per 24 jam. Adapun sewa mobil harganya Rp200.000,- per 24 jam tanpa sopir. Pastikan Anda mengembalikan kendaraan sewa dalam keadaan full tank. Bensin bisa dibeli di kios-kios bensin yang banyak ditemukan di pinggir-pinggir jalan. Di Belitung, tidak ada pom bensin seperti yang biasa ditemukan di Pulau Jawa.


5. Kuliner
Untuk kuliner, awalnya saya agak ketar-ketir karena testimoni seorang sahabat yang pernah melancong ke Belitung. Menurutnya, harga makanan di Belitung sangatlah mahal. Makan di semacam warteg dengan menu yang biasa saja kok bisa habis Rp60.000,- untuk berdua. "What!!" pikir saya waktu itu. Tapi setelah saya search di intrrnet, kok rata-rata testimoni harga makanan di Belitung murah-murah ya? Setelah saya jalani sendiri, ternyata memang murah-murah lho! Nasi uduk sepiring penuh (nasinya ga pelit), pakai AYAM, tahu, telur, bihun, dan tempe orek saja cuma Rp5.000,-. Kalau di Jakarta berapa coba? Bisa jadi tiga kali lipatnya tuh... Untuk makanan-makanan yang diburu turis di sana pun harganya juga standar atau bahkan murah untuk ukuran orang Jakarta. Lihat saja, mie Belitung harganya cuma Rp10.000,-


6. Wisata
Kami tiba di Belitung hari Kamis sore, melancong pada hari Jumat-Sabtu, lalu kembali ke Jakarta hari Minggu siang. Kamis sore, kami sudah mulai menyewa motor yang bisa kami gunakan untuk jalan-jalan. Di malam pertama kami di Belitung itu kami buka mata buka telinga tentang keadaan sekitar penginapan kami, ngobrol-ngobrol dengan orang penginapan tentang rencana perjalanan kami untuk memperoleh saran terbaik, dan mencicipi belanja di supermarketnya kota Tanjung Pandan, Belitung.


Jumat pagi, kami sarapan di lapak nasi uduk (padahal ada jatah sarapan juga dari hotel :D) lalu mampir ke rumah teman yang memang ingin kami kunjungi. Kami pamit setelah shalat Jumat/Dzuhur dan lanjut berwisata ke pantai-pantai di Belitung Barat. Hari Jumat ini memang kami khususkan untuk wisata air yang basah-basahan sehingga besoknya tidak perlu basah-basahan untuk mengirit baju bersih. Pantai Tanjung Pendam, Tanjung Tinggi, Tanjung Kelayang, dan Bukit Berahu (bagus untuk lihat sunset) bisa dinikmati hari ini.


Hari Sabtu, kami khususkan untuk wisata darat. Kalaupun melewati pantai (dan sepinggir Pulau Belitung memang ada banyak tempat wisata pantai), kami hanya berfoto dan tidak berbasah-basah. Tujuan wisata darat? Apalagi kalau bukan napak tilas Laskar Pelangi. Dari warung kopi di Manggar, Museum Kata Andrea Hirata (jangan lupa beli kaosnya), Perumahan PN Timah, sampai ke SD-nya Laskar Pelangi.
Menggunakan motor, kami mengelilingi Pulau Belitung dari pagi sampai sore. Belitung bagian barat, utara, timur, dan tengah.. semuanya sudah kami jelajahi. Oleh-oleh juga sudah dibeli di Museum Andrea Hirata, toko souvenir di Tanjung Pandan, serta toko makanan di seberang hotel. Tinggallah Belitung bagian selatan yang belum sempat kami coba. May be next time, inshaa Allaah! Malamnya, kami diundang makan malam oleh sahabat kami di sebuah restoran sea food. Thank you Madeline & husband for the great dinner!


Hari Minggu sebelum pulang, kami jalan-jalan ke KUMKM, sebuah toko yang menampung produk-produk UKM di Belitung. Kami tidak beli, tapi menarik untuk melihat-lihat apa saja produk yang dihasilkan masyarakat Belitung.


***

Nah, demikianlah resume perjalanan kami ke Belitung. Over all, di luar ongkos pesawat, kami mengeluarkan biaya sekitar 1 juta rupiah untuk seluruh keperluan berikut:

  • Biaya penginapan dari Kamis malam sampai Minggu pagi
  • Makan-makan sepuasnya sampai kenyang selama di Belitung
  • Ongkos transportasi dan bensin selama di Belitung
  • Beli oleh-oleh untuk keluarga, tetangga, dan teman-teman di Jakarta
Murah? Mau ikut mencoba? Ayo, kami tunggu share darimu!

2 komentar:

  1. Infonya lengkap banget. Hotelnya murah juga ya. Musti nabung dulu nih buat jalan-jalan ke Belitung.

    BalasHapus
  2. Terima kasih. Semoga bermanfaat dan masih relevan sampai sekarang :)

    BalasHapus

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div