Laman

Selasa, 12 November 2013

Tantangan Rasa pada Yoghurt Rumahan

Setelah beberapa melakukan eksperimen pembuatan yoghurt, ternyata tantangan tidak berhenti begitu saja. Selalu muncul pertanyaan dalam hati, jika diperlakukan begini dan begini.. apa yang terjadi ya? Beberapa di antaranya yang akhirnya sudah dicoba adalah membuat yoghurt menggunakan susu segar yang dipasteurisasi sendiri, susu bubuk full cream, susu UHT Diamond yang dicampur dengan air, dan sebagainya.
Sumber: southernbite.com
Yah, namanya eksperimen 'kan untuk cari pengalaman dan menentukan resep mana yang paling cocok buat diri sendiri. Berikut ini beberapa hasil eksperimen tambahan kami. Yoghurt yang dibuat dari susu segar yang disterilkan sendiri memberikan rasa dan aroma yang menyenangkan, dan juga tekstur yang cukup padat.. hampir menyerupai puding. Yoghurt dari susu bubuk full cream menghasilkan tekstur yang sangat bagus, benar-benar mirip puding, tapi rasanya tidak sesuai dengan selera kami. Adapun yoghurt dari susu UHT Diamond yang dicampur air, rasanya OK namun hasilnya agak encer.


Dari berbagai macam bahan di atas, saya dan suami akhirnya lebih memilih penggunaan susu UHT Diamond ataupun UHT Diamond yang dicampur air untuk pembuatan yoghurt. Kami menilai dua macam resep ini adalah resep yang paling sesuai untuk kami.

Nah, kalau sudah mencapai suatu kesimpulan.. apakah berarti tantangan yoghurt sudah selesai? Tentu saja tidak. Ada tantangan yang lebih besar yang hingga saat ini belum kami temukan hasil yang benar-benar mantap. Tantangan tersebut adalah bagaimana membuat yoghurt dengan aneka rasa?

Pada mulanya, kami berkomitmen untuk menggunakan rasa-rasa alami untuk yoghurt kami. Artinya, kami ingin menggunakan buah-buah asli untuk memperkaya rasa yoghurt kami. Hanya saja, ternyata rasa yoghurt begitu kuat sehingga rasa buah bisa dikatakan tenggelam oleh rasa yoghurt. Sebagai contoh, ketika kami blend yoghurt dengan strawberry, hasilnya memang asam. Ya wajar toh, yoghurt sendiri sudah asam ditambah strawberry yang juga asam. Ditambah gula pasir? Hmmm, ternyata bagi suami saya rasanya jadi aneh. Demikian juga ketika kami mencampur yoghurt dengan melon. Rasa melon yang muncul sangaaaaaaat samar, diikuti dengan asamnya rasa yoghurt. Saat ditambah dengan gula pasir, memang rasanya jauh lebih enak dibanding ketika dicampur dengan strawberry. Namun tetap saja bagi suami saya rasa tersebut tetap aneh.

Yang nyentrik, suami saya mencoba mencampur susu kental manis coklat ke dalam yoghurt. Menurutnya, rasanya jadi enak. Menurut saya? Ouuuch...... rasa coklat campur asamnya yoghurt, sangatlah tidak cocok. Bagi saya, rasanya jadi seperti susu basi.

Sedikit kompromi tentang rasa antara saya dengan suami, kami sepakat bahwa yoghurt yang dicampur sirup markisa Cap Pohon Pinang rasanya mantap. Namun kombinasi ini melanggar komitmen kami untuk menggunakan bahan-bahan alami. Memang benar sirup ini menggunakan sari buah markisa, gula asli, dan tanpa pewarna.. namun sirup ini ternyata juga mengandung pengawet buatan, yaitu Natrium Benzoat. Walaupun demikian, kami jadi ada sedikit bayangan tentang rasa yoghurt campuran yang lumayan enak.

Salah satu perhatian kami adalah pada penggunaan gula. Ketika menggunakan gula pasir, rasa manis yang ditimbulkan mengapa jadi aneh? Lalu ketika menggunakan sirup, kok rasanya jadi enak? Apa benar gula di sirup Cap Pohon Pinang ini benar-benar gula asli? Akankah kita mencoba membuat sirup gula sendiri?

Sebelum kami mencoba membuat sirup gula sendiri, kami mencoba mencampur yoghurt dengan sirup merk Tjampolay rasa Pisang Susu. Mengapa kami memilih sirup ini? Selain karena saya memang suka rasanya, bagi suami saya sirup ini rasanya benar-benar seperti air gula saja. Jadi, cobalah mencampur air dengan gula pasir.. Seperti itulah rasa sirup ini menurut suami saya. Ketika kami coba kombinasikan dengan yoghurt kami, hmmm.... ternyata rasanya benar-benar enak! Aromanya pun harum dan warnanya menarik.

Nah, apakah ini berarti petunjuk bagi saya untuk mencoba membuat sirup gula sendiri? Hehe, saya masih terus memikirkan. Selain masalah gula, cara mencampur buahnya pun belum menemukan solusi yang pas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div