Laman

Rabu, 30 Oktober 2013

Homemade Yoghurt #2: Bangkit dari Kegagalan

Bio Kul Set Yoghurt. Sumber: diamond.co.id
Setelah gagal dengan percobaan yoghurt yang pertama, saya dan suami mencari lebih banyak info tentang bibit dan metode pembuatan yoghurt. Sebagaimana saya tuliskan pada tulisan sebelumnya, analisis kegagalan pembuatan yoghurt pertama kami meliputi masalah bibit, sterilisasi susu, serta kendali suhu. Pencarian kami tak sia-sia, suami menemukan informasi bahwa plain yoghurt merk Bio Kul bisa menjadi bibit yoghurt yang sangat baik. Suami saya pun segera berburu Bio Kul yang kabarnya dijual di Carrefour dan dia berhasil mendapatkannya dengan harga Rp30.000,- untuk ukuran 500 ml. Saya sangat bergembira mendengar kabar tersebut dan segera menyusun berbagai rencana eksperimen untuk memperoleh yoghurt terbaik ala kami. Dengan bibit merk Bio Kul yang diproduksi oleh Diamond ini, kami berharap masalah bibit telah dapat diatasi.

Untuk menjamin sterilisasi susu, dalam eksperimen kedua ini kami menggunakan Susu UHT merk Diamond. Adapun untuk kendali suhu, suami membeli sebuah yoghurt maker dengan merk Qiaoqiao seharga Rp160.000,-.

Menurut teori pembuatan yoghurt ala Chef Hughes Firnley-Whittingstall yang juga banyak dipakai pada umumnya, satu liter susu membutuhkan 50 ml bibit yoghurt agar dapat diubah menjadi yoghurt. Oleh karena itu, logikanya, setengah liter susu membutuhkan 25 ml bibit yoghurt. Kali ini, saya dan suami mencoba untuk breaking the rules yaitu dengan menggunakan 50 ml bibit yoghurt untuk setengah liter susu. Kami fermentasikan campuran ini ke dalam yoghurt maker selama 12 jam. Dan bagaimanakah hasilnya??

Taraaaa....!! Alhamdulillah eksperimen kali ini memberikan hasil yang sangat memuaskan. Begitu dikeluarkan dari yoghurt maker, tekstur yoghurt kami sangat kental dan uniform dengan rasa asam yang menyenangkan di lidah. Aromanya tidak tercium seperti susu basi. Setelah yoghurt ini didinginkan ke dalam kulkas, teksturnya semakin padat hampir seperti bibit aslinya yang mirip es krim. Hanya saja, ketika kembali dikeluarkan ke suhu ruang, kepadatan kembali berkurang dengan menjadi kental saja.

Yang saya pikirikan, jika hasil eksperimen ini merupakan suatu keberhasilan, tentunya yoghurt dari eksperimen ini juga bisa menjadi bibit untuk pembuatan yoghurt selanjutnya. Benarkah demikian? Yuk, terus ikuti eksperimen yoghurt di blog ini!

32 komentar:

  1. Hi mbak...saya baru dlm pembuatan yogurt...lagi nyari review yogurt maker merek qiaoqiao tp blom nemu...pas search di google keluar postingan mbak ini...saya mau nanya mbak...menurut mbak untuk homemade yogurt yg dimakan sendiri apakah yogurt maker qiaoqiao ini sudah cukup bagus? Wadah dalam tempat yogurtnya terbuat dari bahan plastik atau stainless steel? Bagaimana cara pemakaiannya?

    Terima kasih ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai juga, Mbak. Hasilnya bagus jika resepnya tepat. Resep yang bagus yang sudah saya uji dan konsumsi sehari-hari bisa dilihat di blog ini. Wadah yogurt qiaoao berbahan plastik. Cara pakainya, masukkan susu dan bibit yogurt ke dalam wadah dalam yogurt maker. Selanjutnya, tuang air di wadah luar yogurt maker lalu hubungkan yogurt maker dengan listrik. Kalau saya biasanya menunggu sampai 8 jam untuk mencapai hasil yang saya harapkan. Baru-baru ini saya membeli yogurt maker baru yg tulisannya kanji semua (termasuk merknya) tapi penampakannya mirip dengan qiaoao. Hasilnya sama bagusnya kok. Prinsip kerja yogurt maker mirip dengan alat penghangat ASI.

      Hapus
    2. Terima kasih mbak sudah meluangkan waktu menjawab pertanyaan saya.
      Susu yg dimasukkan apakah perlu dipanaskan (sampai suhu 80°C) dan didinginkan (sampai suhu 45°C) terlebih dahulu? Atau kalau langsung dimasukkan ke yogurt maker apakah boleh susu yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin?

      Hapus
    3. 1. Jika susu yang dipakai adalah susu segar, silahkan disterelisisasi dulu. Sterilisasi paling sederhana adalah dengan menghangatkan susu sampai 80 derajat Cel. Setelah itu, tunggu dingin sampai suhu sekitar 40-45 derajat Cel, baru masukkan bakteri.

      2. Jika susu yang dipakai adalah susu UHT/pasteurized dalam kemasan yang terjamin, susu tidak perlu disterilisasi/dipanaskan lagi. Bisa langsung masuk ke yogurt maker begitu keluar dari lemari pendingin.

      Biasanya saya pakai susu UHT/pasteurized/susu bubuk dalam kemasan, jadi saya pakai langkah nomor 2. Untuk itu, saya perlu waktu 8 jam utk memperoleh hasil yang diinginkan. Kalau susu sudah masuk dalam keadaan hangat, mungkin hasil bisa dicek dulu setelah diproses selama 6 jam (lamanya waktu proses berpengaruh pada tingkat keasaman yogurt).

      Hapus
    4. Untuk susu bubuk biasanya Mbak menggunakan merek apa ya? Perbandingan susu bubuk dan airnya gimana? Air yg digunakan sebagai campuran susu biasanya air hangat atau air dingin?
      Untuk air yg dimasukkan di wadah yogurt maker itu air panas/mendidih/hangat/biasa Mbak?
      Terima kasih banyak Mbak sudah bersedia meluangkan waktu menjawab pertanyaan saya.

      Hapus
    5. Maaf baru balas, baru sempat buka blog :)

      Saya biasa pakai merk Dancow dengan perbandingan susu : air = 12 : 88 untuk setiap 100 ml. Saya biasanya pakai air biasa (tidak panas, hangat, ataupun es),

      Air yang dimasukkan ke wadah juga air biasa

      Hapus
    6. Perbandingannya krg paham mb, misal susu 200gram airnya brp ml? Terima kasih n salam kenal

      Hapus
    7. Perbandingannya krg paham mb, misal susu 200gram airnya brp ml? Terima kasih n salam kenal

      Hapus
    8. Saya kurang paham dengan perbandingannya. Misal susu 200gr hrs d campur dg air brp ml? Terimkasih n salam krnal

      Hapus
    9. Mas pakai susu bubuk apa susu cair? Kalau yang di artikel ini susu cair :).

      Kl pakai susu cair, tidak perlu tambah air. Untuk membuat yogurt, 200 gram susu cair + 20 gram bibit yogurt.

      Kalau pakai susu bubuk, untuk satu liter yogurt cukup pakai 120 gram susu bubuk. Jadi kalau Mas punya 200 gram susu bubuk, cukup dipakai 120 gram saja. Komposisinya jadi: 120 gram susu bubuk + 880 ml air + 100 gram bibit yogurt.

      Mekaten Mas, semoga bermanfaat dan salam kenal juga :)

      Hapus
    10. Kalau tetap mau pakai 200 gram susu bubuk, jadinya 200 gram susu bubuk ditambah air (200 : 12 x 88) = 1.466 ml. Jadinya 200 gram susu bubuk + 1.466 ml air + 160 gram bibit yogurt = 1,6 liter yogurt

      Hapus
    11. maaf mba mau tanya.. kalau pakai susu bubuk itu susunya di seduh dulu jadi pas masuk ke yogurt makernya dalam keadaan cair? atau susu bubuk + air lgs di masukan ke yogurt maker dalam keadaan terpisah? terima kasih sebelumnya

      Hapus
    12. susunya diseduh dulu, mbak ^_^

      Hapus
  2. Terina kasih ya Mbak atas penjelasannya.

    BalasHapus
  3. Mbak, beli yogurt makernya di mana?
    Terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang merk Qiaoao dulu saya beli di FJB Kaskus. Kalau yang baru, saya ga tau merk apa karena tulisannya kanji semua, saya beli di Lazada. Walau beda merk, tapi bentuk dan cara kerja maupun hasilnya hampir ga ada bedanya. InsyaaAllaah

      Hapus
  4. Mba, mau tanya kalau pake susu non fat diamond bisa ga dibikin yogurt? pgn bikin yg diet yogurt ceritanya :)....Tks ya

    BalasHapus
  5. Bisa mbak, cuma jadinya nggak terlalu kental. Kekentalan yang pernah saya capai dengan diamond non fat: seperti yoghurt cimory yang botolan. :)

    BalasHapus
  6. maaf mba mau tanya, gimana cara membuat yoghurt ini bila tanpa mesin yoghurt? secara sy tidak punya mesinnya, baru mau coba-coba..
    terima kasih
    dessy

    BalasHapus
  7. maaf mba sy mau tanya, kalau mau membuat yoghurt tanpa mesin bisa nggak? secara sy tdk punya mesinnya, baru mau coba-coba
    mohon petunjuknya, terima kasih

    BalasHapus
  8. Prinsip yogurt maker adalah menjaga air dalam suhu 40-50 derajat Celcius. Kalau mb tidak punya yogurt maker, bisa coba adopsi prinsipnya dengan menyiapkan dua panci (masing2 punya tutup) dan termometer. Panci yang disiapkan, yang satu ukurannya lebih kecil sehingga bisa dimasukkan ke panci yang lain dengan sempurna.

    Caranya:
    1. Masukkan susu dan starter yogurt ke panci kecil.
    2. Masukkan air ke panci yg lebih besar. Banyaknya air ini sampai bisa merendam dinding panci kecil (bukan terendam sampai tutup).
    3. Panaskan air di panci besar sampai bersuhu 45-50 derajat Celcius lalu angkat.
    4. Masukkan panci berisi susu+starter ke dalam panci air. Tinggalkan.
    5. Cek suhu air setiap saat (setengah atau satu jam sekali). Jika suhu air sudah menjadi 40-45 derajat, panaskan lagi air.
    Lakukan terus pengecekan dan pemanasan ulang tadi sampai yogurt matang (sekitar 8 jam).

    BalasHapus
  9. Halo mbak, mau tanya.
    Untuk pembuatan bibit yoghurt sendiri bagaimana ya? Soalnya kalau setiap kali mau buat yoghurt harus beli bibit yoghurt di supermarket, agak lumayan juga ya #pengiritan :-D

    Jadi kalau bisa bikin sendiri kenapa harus beli :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mbak Anonim :)

      Ketika mbak sudah berhasil membuat yogurt sendiri, yogurt buatan mbak itu bisa dipakai sebagai bibit. Jadi kalau sudah berhasil bikin sendiri, nggak harus beli bibit di supermarket lagi :)

      Kalau saya, agar yogurt yang dibikin bisa digunakan sebagai bibit, saya gunakan perbandingan cairan susu : starter = 10 : 1. Jadi kalau susu 1000 ml, saya pakai 10 gr starter yg di supermarket. Hasil yogurt ini bisa saya pakai sebagai starter untuk yogurt berikutnya dengan perbandingan yang sama.

      Hapus
    2. maaf, ada typo. maksud saya: untuk 1000 ml cairan susu saya gunakan 100 gr starter :D

      Hapus
  10. Hi mba.Mau tanya dunk alat yoghurt maker itu untuk kapasitas brp ya?Tq

    BalasHapus
  11. Hi mba.Mau tanya dunk yoghurt maker itu kapasitas brp ta?Tq

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi, mba Nita. Yogurt maker ini bisa muat sampai 1 liter. Sama-sama :)

      Hapus
  12. Hi mba..mau tanya kalo yoghurt plain yg untuk bibit itu bisa langsung digunakan atau harus dsimpan d suhu ruangan beberapa jam dulu?makasii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa langsung dipgunakan, mbak/mas :)

      Hapus
  13. Kak sekalian dong kalo bisa kasih foto ya dr mulai proses sampai hasilnya. Hehe sekedar saran plus pingin tau jg, thanks kak bermanfaat bgt postnya😄👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk masukannya, mbak Riris. InsyaAllah akan di-follow up. Doakan semoga saya nggak lupa mem-foto kalau pas bikin lagi, ya ^_^

      Hapus

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div