Laman

Senin, 28 Oktober 2013

Homemade Yoghurt #1: Pengalaman Pertama

Keluarga saya adalah keluarga pecinta yoghurt. Setiap kali membeli yoghurt, tak perlu waktu lama untuk menghabiskannya. Terbesit dalam pikiran kami keinginan untuk memproduksi yoghurt sendiri agar lebih irit, stock tak terbatas, serta orisinalitas bahan lebih terjaga. Keinginan memproduksi yoghurt sendiri semakin kuat ketika salah satu acara favorit saya "River Cottage Everyday" yang dipandu oleh Chef Hughes Firnley-Whittingstall mendemonstrasikan how to make homemade yoghurt dan tampaknya simpel.

Berikut ini adalah langkah-langkah homemade yoghurt ala Chef Hughes:

Cimory Plain Yoghurt. Sumber: cimory.com
1. Panaskan susu untuk membunuh bakteri-bakteri patogen.
2. Biarkan susu mendingin hingga sekitar suhu 40 derajat Celcius. Selain dengan menggunakan termometer, suhu ini bisa dideteksi dengan mencelupkan tangan Anda ke dalam susu di mana susu masih teras panas tapi sudah tidak membuat Anda "kecanthang".
3. Masukkan bakteri pembentuk yoghurt dan aduk rata. Untuk 1 liter susu sapi, diperlukan sekitar 50 ml bakteri.
4. Tutup rapat campuran tadi, tempatkan di tempat yang hangat untuk menjaga kestabilan suhu 40 derajat Celsius. Chef Hughes menyarankan untuk menaruhnya di belakang kulkas.
5. Tunggu selama 8-12 jam dan yoghurt Anda siap dinikmati. FYI, yoghurt ini bisa dijadikan bibit lagi untuk membuat yoghurt selanjutnya.

Ketika saya dan keluarga dalam perjalanan ke Puncak dan melewati Cimory Dairy Shop, kami sempatkan untuk mampir. Di sana, kami membeli plain yoghurt yang rencananya akan kami jadikan bibit untuk yoghurt pertama kami. Sepulangnya di kota Depok, kami pun segera mempraktekannya karena di kulkas sudah tersedia susu segar. Sebagai percobaan, ya sedikit dulu.. Semangkuk termos MPASI bayi. Kami pakai termos untuk menjaga suhu dan tetap menaruhnya di tempat hangat di sekitar kulkas.

Keesokan harinya.... jadilah yoghurt pertama kami. Voilaaa! Teksturnya tidak menarik untuk dilihat (pecah-pecah) dan rasanya sangaaaaat asam. Baunya juga seperti susu basi. Kamipun tidak berani mengonsumsinya. Banyak faktor yang mungkin berpengaruh pada hasil akhir percobaan pertama kami. Berikut beberapa di antaraanya:
1. Sterilisasi susu yang kurang baik
2. Suhu yang tidak pas untuk menumbuhkan bakteri pembentuk yoghurt sehingga memungkinkan pertumbuhan bakteri lain yang tidak diinginkan
3. Bibit yang kurang baik. FYI, dari komposisi yang tertera pada kemasannya, Cimory plain yoghurt dibuat dari campuran susu sapi dan susu bubuk serta sudah ditambah gula dan bahan lainnya. Jadi tidak benar-benar plain. *Makanya, Cimory yang plain pun rasanya manis dan enak*

Yah, pengalaman pertama ini memang kurang sukses.. Akankah hal tersebut menyurutkan keinginan kami untuk membuat yoghurt kami sendiri? Tentu saja tidak. Ikuti terus blog ini untuk mengetahui hasil eksperimen kami selanjutnya.

2 komentar:

  1. Kayaknya seru ya kalau bikin yoghurt sendiri ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik mbak. Yang jelas puas, nggak khawatir kehabisan. Habis tinggal bikin lagi. ^_^

      Hapus

Comment tanpa nama akan dianggp spam ya... :)

/div